PENGARUH
INTERNET TERHADAP MEA DALAM SEKTOR PARIWISATA
Ayu Nurmala
Sari
Dhiah Ayu
Surya
Dian
Anggriany Eka Putri
Diah Ayu
Muktiningtyas
Dina Rohmah
1. Pendahuluan
Di era
globalisasi ini, banyak negara-negara membuat perjanjian baru untuk memajukan
berbagai sektor di negara tersebut seperti yang dilakukan di kawasan ASEAN
(Asia Tenggara) yang baru-baru ini membentuk perjanjian bernama MEA (Masyarakat
Ekonomi Asean) yang memusatkan pada perekonomian ASEAN. Disini kami akan
menjelaskan pengaruh Internet dalam MEA. Internet merupakan jaringan komputer
yang saling terhubungantara satu komputer dan komputer lain yang membentuk
sebuah jaringan komputer di seluruh dunia,sehingga dapat saling
berinteraksi,berkomunikasi, saling bertukarInformasi atau tukar menukar data.
MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) adalah sebuah integrasi ekonomi ASEAN dalam
menghadapi perdagangan bebas antar negara-negara ASEAN. Seluruh negara anggota
ASEAN telah menyepakati perjanjian ini.
2. Hasil dan Pembahasan
Internet merupakan
singkatan dariinterconnected networking yang berarti jaringan komputer
yang saling terhubung antara satu komputer dengan komputer yang lain yang
membentuk sebuah jaringan komputer di seluruh dunia, sehingga dapat saling
berinteraksi, berkomunikasi, saling bertukar informasi atau tukar menukar data.
Masyarakat
Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 (bahasa Inggris: ASEAN
Economic Community (AEC)) adalah sebuah integrasi ekonomi ASEAN dalam menghadapiperdagangan bebas antarnegara-negara
ASEAN.
Perkembangan
internet juga penting dimanfaatkan untuk pembenahan sistem basis data dan
pelayanan publik terutama menghadapi pemberlakuan MEA 2015. Hal tersebut juga
penting guna menyiapkan sistem yang dapat lebih memperkuat daya saing produk
hasil produksi masyarakat Indonesia menjadi lebih kompetitif di pasaran
internasional.
Indonesia adalah salah satu negara terbesar
populasinya yang ada dikawasan ASEAN sehingga, Indonesia mempunyai kekuatan
ekonomi yang cukup bagus, pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia (45%) setelah
China dan India. Ini akan menjadi penanaman modal yang penting untuk
mempersiapkan masyarakat Indonesia menuju MEA 2015. Pembentukan pasar tunggal
yang diistilahkan dengan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ini nantinya akan
memungkinkan satu negara menjual barang dan jasa dengan mudah dan terjamin
kenegara di seluruh Asia Tenggara, sehingga persaingan MEA di
tahun ini akan semakin ketat. Menghadapi perkembangan era
globalisasi ini, tentu saja mempengaruhi kesiapan negara Indonesia untuk
menghadapinya. Persaingan ketat di tahun ini , pasti juga memacu
persiapan bangsa ini. MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) akan di bentuk oleh
Indonesia dan negara-negara di wilayah Asia Tenggara. Pembentukan MEA ini,
untuk menjadikan perekonomian di Asean menjadi lebih baik, serta mampu
bersaing dengan negara yang perekonomiannya lebih maju dibanding dengan kondisi
negara Asean saat ini. Disamping hal ini, juga menjadikan posisi Asean menjadi
lebih strategis di kancah Internasional. Organisasi Perburuhan Dunia, ILO pun
juga menyebutkan bahwa, adanya pembentukan MEA 2015 akan mendatangkan manfaat
yang sangat besar. Saat ini, lebih di fokuskan pada negara-negara di kawasan
Asia Tenggara yang akan dijadikan sebuah wilayah kesatuan pasar dan basis
produksi. Selain itu, dengan terbentuknya Masyarakat Ekonomi Asean, dapat
menggerakkan ekonomi rakyat di wilayah Asia Tenggara, khususnya Indonesia.
Karena, mengenai kesiapan Indonesia dalam menyongsong terealisasinya MEA bisa
dikatakan siap. Harapan ini dikembangkan dalam suatu strategi pemberdayaan
masyarakat melalui pengembangan sektor pariwisata yang berbasis kerakyatan
atau Community Based Tourism Development (CBT).
Dengan adanya konsep CBT, dapat mendukung kegiatan pariwisata
yaitu, Adventure Travel, Cultural Travel, Ecotourism. Bank Dunia
yakin bahwa, peningkatan wisataAdventure, Ecologi and cultural, mampu
meningkatkan pendapatan masyarakat serta memelihara kesenian yang masih
berbasis kebudayaan daerah tersebut. CBT ini merupakan konsep ekonomi
kerakyatan disektor riil yang langsung dilaksanakan oleh masyarakat dan
hasilnya pun akan dinikmati oleh mereka. Pemerintah perlu meberikan perhatian
yang khusus kepada Wismawan Domestik (Wisnus) yang peranannya sangat
besar dalam mengembangkan objek wisata yang nantinya dapat menarik perhatian
untuk dikunjungi oleh Wisata Mancanegara (Wisman). Dengan banyaknya Wisnus yang
berkunjung di suatu objek pariwisata, maka semakin terkenal pula objek
pariwisata tersebut, sehingga menjadi suatu ajang promosi yang menarik untuk
dikunjungi Wisman. Event-event pariwisata harus disusun secara konsisten,
sehingga dapat dijadikan acuan para pelaku pariwisata menjual ke pasar
pariwisata dunia. Selain itu, prasarana dalam objek wisata terbukti harus
ditingkatkan, terutama dalam hal kebersihan, keamanan, kesehatan, dan juga
kenyamanan yang mempunyai point-point tersendiri untuk menjadi andalan objek
wisata yang selalu dikunjungi oleh Wisman tentunya. Menghadapi tantangan dan
peluang MEA ini, telah dilakukan pula perubahan peran pemerintah dibidang
pariwisata sebagai pelaksana pembangunan, dan saat ini lebih difokuskan hanya
kepada tugas-tugas pemerintahan terutama sebagai fasilitator agar kegiatan
pariwisata yang dilakukan oleh swasta dapat berkembang lebih pesat secara
efesien maupun efektif.
Di samping jumlah Wisman yang semakin meningkat, sehingga pola konsumsi
dari para wisatawan atau consumers-behaviour-pattern akan mengalami
perubahan-perubahan pola wisata ini, perlu segera disikapi dengan berbagai
strategi pengembangan produk pariwisata maupun promosi baik disisi pemerintah
maupun swasta. Dibidang budaya harus dirintis kembali pengembangan dan
peningkatan kehidupan kebudayaan dikalangan masyarakat secara rutin dan
berkesinambungan di berbagai tingkatan daerah sejak desa sampai ke perkotaan.
Dari catatan yang telah ada, culture and heritage ini adalah
“nyawanya” atau “roh” dari kegiatan pariwisata Indonesia, tentunya juga sebagai
pendobrak dalam pengembangan sektor pariwisata dalam menghadapi MEA 2015. Tanpa
adanya budaya, maka pariwisata di Indonesia ini akan terasa hambar dan kering,
dan tidak akan memiliki daya tarik untuk dikunjungi oleh Wisata
Domestik (Wisnus) tentunya juga tidak akan menjadi daya tarik
bagi Wisata Mancanegara (Wisman) yang berkunjung disetiap objek
wisata di Indonesia.
Kelompok
besar Negara penyumbang wisatawan dunia yakni Amerika Serikat, Jerman, Jepang,
dan Inggris yang berkisar sekitar 45 % dari pendapatan pariwisata dunia.
Apalagi dalam hal teknologi, keempat Negara ini merupakan Negara terbesar
penggunaan teknologi di kancah Internasional. Dengan adanya
internet, informasi yang dibutuhkan untuk suatu perjalanan wisata tersedia
terutama dalam bentuk World Wide Web atau yang biasa disebut dengan
istilah WWW. Sehingga, hal ini menjadi sangat penting dalam industri
pariwisata. Mengapa ? Hal ini karena, produk ataupun jasa yang
diinginkan disektor pariwisata tidak muncul ataupun Exist pada saat
kejadian ini berlangsung. Sehingga, bisnis pariwisata ataupun dalam
pengembangan sektor pariwisata adalah menggunakan rumus kepercayaan. World
Wide Web atau WWW, merupakan suatu informasi pariwisata yang dapat dicari
melalui jalur Web dan sangat bermanfaat bagi masyarakat ASEAN, khususnya dalam
mendidik anak-anak di seluruh Asia Tenggara. Harus diyakini bahwa Web adalah
saluran ideal dan alat yang ampuh untuk mempromosikan daerah tujuan wisata,
dengan biaya yang sangat murah. Namun, dalam berkompetisi ini harus
diperhatikan. Karena, merupakan senjata bagi masyarakat ASEAN tentunya.
3. Kesimpulan
Dengan adanya
MEA dan Indonesia menjadi salah satu negara di Asia yang ikut andil dalam
MEA ini tentunya menjadi wadah yang sangat penting untuk mempersiapkan
kemajuan perekonomian di Indonesia. Di dalam MEA itu sendiri persaingan ketat
dalam penjualan barang dan jasapun pasti terjadi, sebagai negara yang
pertumbuhan ekonominya tertinggi setelah China dan India tentunya Indonesia
tetap mempersiapkan masyarakat menuju MEA ini. Pembentukan MEA ini
bertujuan untuk menjadikan perekonomian di wilayah ASEAN ini menjadi
lebih baik dan juga mampu bersaing dengan negara yang perekonomiannya lebih
maju dibanding dengan kondisi perekonomian di Asia Tenggara ini. Seperti yang
disebutkan oleh ILO bahwa adanya pembentukan MEA ini akan mendatangkan manfaat
yang sangat besar. Mengenai kesiapan Indonesia dalam MEA ini bisa dikatakan
siap. Hal ini suatu strategi pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan
di sektor pariwisata yang berbasis kerakyatan atau Community Based Tourism
Development (CBT) . Dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN ini, tentunya juga Indonesia
meningkat daya produksi dan juga industri dan jasa di bidang parwisata. Jadi,
pemerintah harus mengembangkan atau mengadakan pengembangan kebudayaan daerah
agar mampu menjadi daya tarik masyarakat domestik maupun masyarakat
mancanegara.
4. Ucapan Terimakasih
Puji syukur
kami panjatkan atas kehadirat TUHAN Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan
karunia-Nya, sehingga kami diberi kesempatan untuk menyusun makalah yang
berjudul “PENGARUH INTERNET TERHADAP MEA DALAM SEKTOR PARIWISATA” siap pada
waktunya.
Makalah ini
diajukan sebagai salah satu tugas pada mata kuliah Pengenalan Teknologi
Informasi.
Dalam
penyusunan makalah ini, penyusun mengalami banyak kendala, hambatan, dan
kesulitan. Namun, berkat pertolongan TUHAN Yang Maha Esa serta dorongan dan
bantuan semua pihak, sehingga makalah ini dapat terselesaikan.
Kami
menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih banyak terdapat kesalahan dan
kekurangan yang ada. Oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun
dari semua pihak sangat kami harapkan demi perbaikan dan kesempurnaan makalah
ini, sebagai tambahan wawasan untuk menggapai keberhasilan.
Kiranya
makalah ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca, dan atas perhatian dan
kerja sama yang baik, diucapkan terima kasih.
5. Daftar Pustaka
https://nessaifana.wordpress.com/bab-1-pengertian-internet-dan-intranet/
https://azizahzahra123.wordpress.com/2015/02./16/puisi-kecilku-kelinciku/